Rabu, 16 Mei 2012

KU MENCINTAIMU UTUH TAK TERSENTUH


KU MENCINTAIMU UTUH TAK TERSENTUH

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian....

Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh...

Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga... Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu... Rasa yang entah akan berlabuh dimana? Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, yang membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak pernah menjadi pendampingmu, atau bukan dia yang kau pilih? Tak malukah? Tak malukah????

Lalu apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cintanya yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain... Tak cemburukah? Tak cemburukah??? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang meminangnya? Pun sebaliknya....

Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah?? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki menjawab ’ya’, itu pula yang kami, wanita, rasakan...

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya.... Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi... Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa kau kuras energy? Karena apa kau habiskan air matamu? Untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu?? Untuk apa????

Dan ku katakan padamu, mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta.... Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses???? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kaupun akan mencintaiku... Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka KEHALALAN, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan....

Dan tak akan pernah ada ragu kukatakan, ”KUSERAHKAN CINTAKU UTUH TAK TERSENTUH KEPADAMU.... Hanya padamu... Ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku”.


NB. Afwan repost again...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar